Berdasarkan letak astronomis, Pulau Sulawesi
terletak di antara 2°08' LU dan 170°17' BT.
Luas Pulau Sulawesi adalah ± 174.600 km2.
Batas
Laut
Timur: Laut Banda
Barat: Selat Makasar
Selatan: Laut Sulawesi
Utara: Laut Flores
Batas
Daratan
Timur: Kepulauan Maluku
Barat: Pulau Kalimantan
Selatan: Pulau NTT dan NTB
Utara: Negara Filipina
Keadaan
Alam
Laut/Pantai : Laut Seram, Laut Arafura,
Laut Banda, Laut Flores.
Dataran Rendah : Sungai Girirang, Sungai
Jeneberang, Sungai Karana, Sungai Malasa.
Gunung : Gunung Ambang, Gunung Soputan, Gunung
Lokon, Gunung Tongkoko.
PULAU JAWA
Berdasarkan letak astronomis, Pulau Jawa
terletak di antara 113°48′10″ - 113°48′26″ BT dan 7°50′10″ - 7°56′41″ LS.
Luas
Pulau Jawa adalah ± 128,297 km².
Batas
Laut
Utara : Laut Jawa
Timur : Selat Bali
Selatan : Samudera Hindia
Barat : Selat Sunda
Batas
Daratan
Utara : Kalimantan
Timur : Bali
Selatan : Pulau Natal
Barat : Sumatera
Keadaan
Alam
Laut/Pantai : Pantai Pangandaran (Jawa Barat),
Pantai Klayar (Jawa Timur), Pantai Menganti (Jawa Tengah), Pantai Siung
(Yogyakarta), Pantai Karang Agung (Jawa Timur), dll.
Dataran Rendah : Madiun di Jawa Timur,
Surakarta di Jawa Tengah, Semarang di Jawa Tengah
Gunung : Gunung Ciremai (Jawa Barat), Gunung
Salak (Jawa Barat), Gunung Sindoro Jawa Tengah, Gunung Lawu Jawa Timur), dll.
Letak astronomis merupakan pembagian letak suatu
wilayah berdasarkan garis lintang dan garis bujur.
Garis lintang adalah garis khayal/imajiner yang
melintang di permukaan bumi dari barat ke timur. Garis lintang membagi bumi
menjadi 2 bagian sama besar secara horizontal. Kedua bagian tersebut adalah
bagian utara dan selatan. Bagian bumi sebalah utara garis lintang disebut
sebagai Lintang Utara (LU). Sedangkan bagian bumi sebalah selatan garis lintang
disebut sebagai Lintang Selatan (LS).
Berdasarkan letak garis lintang, letak Indonesia
berada pada 6o LU – 11o LS.
Garis bujur adalah garis khayal/imajiner yang
menghubungkan kutub selatan dan kutub utara bumi secara vertikal. Sehingga,
garis bujur membagi bumi menjadi 2 bagian besar yaitu bagian barat dan bagian
timur. Belahan bumi bagian barat biasa disebut dengan Bujur Barat (BB).
Sedangkan belahan bumi bagian timur biasa disebut dengan Bujur Timur (BT).
Berdasarkan garis pembagian garis bujur ini, letak
Indonesia berada pada 95o BT – 141o BT.
Jadi, secara letak astronomis Indonesia berada di
6o LU – 11o LS dan 95o BT – 141o BT.
Pengaruh Letak
Astronomis Indonesia
1.Indonesia Memiliki Iklim Tropis
Ciri – Ciri Wilayah Dengan Iklim Tropis
·Curah hujan tinggi
·Terdapat hutan hujan tropis yang luas
·Sinar matahari sepanjang tahun
·Kelembaban udara yang tinggi
2.Indonesia Memiliki Tiga Waktu yang Berbeda
·Waktu Indonesia bagian Barat (WIB): meliputi
wilayah bagian barat Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Madura, Kalimantan
Barat, Kalimantan Tengah, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
·Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA): meliputi
wilayah bagian tengah Indonesia seperti Bali, Nusa Tengara, Kalimantan Selatan,
Kalimantan Timur, Sulawesi, dan pulau-pulau kecil sekitarnya.
·Waktu Indonesia bagian Timur (WIT) meliputi
wilayah Indonesia bagian timur seperti Kepulauan Maluku, Papua, Papua Barat,
dan pulau-pulau kecil sekitarnya.
LETAK
GEOGRAFIS INDONESIA
Letak geografis adalah letak suatu daerah atau negara
dilihat dari kenyataan di permukaan bumi berupa kondisi geografis. Kondisi
geografis merupakan keadaan lingkungan alam suatu wilayah, meliputi letak, luas,
atau bentangan alam. Letak geografis biasanya di batasi dengan berbagai
komponen alam yang ada di bumi. Komponen bumi yang dimaksud disini contohnya
seperti benua, laut, gunung, samudera, gurun, dan lain sebagainya.
Berdasarkan letak geografis Indonesia, Indonesia
berada di antara dua benua, yaitu Asia dan Australia. Selain itu, Indonesia
juga terletak di antara dua samudra, yaitu Hindia dan Pasifik.
Letak geografis indonesia juga berbatasan dengan
negara-negara lainnya seperti berikut:
·Sebelah Utara, Indonesia berbatasan dengan
Malaysia, Singapura, dan Filipina
·Sebelah Selatan, Indonesia berbatasan dengan
Australia
·Sebelah Barat, Indonesia berbatasan dengan
Samudera Hindia
·Sebelah Timur, Indonesia berbatasan dengan Papua
Nugini
Pengaruh Letak
Geografis Indonesia
1.Indonesia memiliki iklim tropis
2.Indonesia memiliki dua musim, yaitu: musim panas
dan musim hujan.
3.Indonesia memiliki keragaman budaya, berupa: seni, bahasa, peradaban, dan agama
Manusia
mempunyai beragam kebutuhan untuk melanjutkan kehidupannya. Untuk memenuhi
beragam kebutuhan tersebut, manusia melakukan kegiatan yang disebut kegiatan
ekonomi. Kegiatan ekonomi setiap orang berbeda-beda tentu saja sesuai kemampuan
masing-masing. Ada orang yang bekerja sebagai petani yang memproduksi bahan
pangan. Ada orang yang membuat pakaian untuk dijual dan diperdagangkan. Petani membutuhkan
pakaian dan pedagang pakaian membutuhkan pangan. Jadi jelaslah bahwa perbedaan
kegiatan ekonomi dalam masyarakat sangat mendukung dapat terpenuhinya semua
kebutuhan manusia dengan cara saling bekerjasama. Perlu disadari bahwa dalam
kehidupan sehari-hari, tidak seorang pun yang bisa memenuhi sendiri semua kebutuhan
hidupnya tanpa bekerja sama dengan orang lain. Kegiatan ekonomi dapat
diwujudkan dengan membuka berbagai jenis usaha. Apa sajakah bentuk usaha dalam
kegiatan ekonomi masyarakat Indonesia?
Berikut
berbagai usaha dalam kegiatan ekonomi masyarakat Indonesia.
1.Pertanian
Usaha
pertanian merupakan usaha yang paling banyak ditemukan dalam masyarakat
Indonesia. Hal ini sesuai dengan keadaan alam Indonesia sebagai negara agraris.
Hasil pertanian Indonesia antara lain padi, jagung, ubi, dan palawija.
2. Perkebunan
Perkebunan merupakan usaha pemanfaatan lahan dengan tanamantanaman
keras. Perkebunan dapat dibedakan atas perkebunan rakyat dan perkebunan besar.
Perkebunan rakyat adalah perkebunan yang dikelola oleh rakyat. Perkebunan besar
biasanya dikelola oleh pemerintah atau perusahaan perkebunan. Hasil perkebunan
besar, biasanya ditujukan untuk ekspor sehingga dapat menghasilkan devisa bagi
negara. Contoh hasil perkebunan antara lain karet, kelapa, kelapa sawit, dan
tebu.
3. Peternakan
Peternakan adalah usaha memelihara binatang piaraan yang diambil manfaatnya.
Usaha peternakan dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu peternakan hewan besar
(sapi, kerbau, dan kuda), hewan kecil (kambing, domba, kelinci, dan babi), dan
unggas (ayam, itik, entok, dan burung).
4. Perikanan
Usaha
perikanan dalam hal ini adalah usaha perikanan darat, yaitu usaha memelihara
ikan di perairan darat dengan cara membuat kolam. Perikanan darat meliputi
perikanan air tawar dan perikanan air payau. Contoh hasil perikanan air tawar
misalnya ikan gurami, nila, bawal, dan lele. Hasil perikanan air payau contohnya ikan
bandeng.
5. Kehutanan
Usaha kehutanan dapat dilakukan dengan melakukan pencegahan terhadap
penggundulan hutan dengan melakukan reboisasi atau peremajaan hutan. Contoh
hasil usaha kehutanan antara lain kayu, rotan, damar, dan kemenyan. Usaha
kehutanan juga penting untuk menjaga keseimbangan alam. Pepohonan yang tumbuh
di hutan membantu peresapan air ke dalam tanah. Dengan demikian, dapat menghindari
terjadinya banjir. Selain itu, hutan menjadi tempat hidup serta berkembangnya
berbagai satwa. Oleh karena itu, hutan tidak boleh dirusak dan harus
diremajakan.
6. Pertambangan
Pertambangan adalah usaha untuk mengolah atau memanfaatkan mineral
demi kesejahteran manusia. Mineral ini berada di dalam perut bumi. Untuk
mendapatkannya perlu dilakukan penggalian atau penambangan. Contoh hasil barang
tambang antara lain emas, minyak bumi, dan batu bara.
7. Perindustrian
Industri adalah usaha atau kegiatan untuk mengubah bahan mentah menjadi
bahan setengah jadi atau barang jadi. Bahan mentah berasal dari sumber daya
alam. Industri dilakukan untuk meningkatkan mutu atau nilai suatu barang. Usaha
industri dapat dilakukan oleh perorangan, kelompok, atau suatu perusahaan, baik
pemerintah maupun swasta. Contoh hasil industri adalah benang menjadi pakaian,
pengolahan ikan menjadi ikan kaleng, dan karet menjadi ban.
8. Perdagangan
Perdagangan adalah kegiatan yang bertujuan menyalurkan barang dan jasa
dari produsen ke konsumen. Barang-barang yang diperdagangkan merupakan
hasil-hasil pertanian, peternakan, perikanan, hutan, dan barang-barang hasil
industri. Perdagangan yang dilakukan antarnegara disebut ekspor impor. Ekspor adalah usaha mengirim dan menjual
barang keluar negeri. Impor adalah usaha memasukkan dan membeli barang dari
luar negeri.
9. Jasa
Usaha
jasa adalah usaha menyediakan jasa bukan produk benda untuk mendapatkan keuntungan
atau laba. Perhatikan gambar di atas. Pekerjaan menjadi pemandu wisata merupakan
bagian dari usaha jasa. Usaha-usaha dalam bidang jasa antara lain usaha becak,
ojek, angkutan umum, dan bidang pariwisata.
Iklan elektronik banyak jenisnya. Tiga di antaranya yang akan kita
pelajari saat ini. Ketiga jenis iklan tersebut adalah iklan radio, iklan
televisi, dan iklan internet. Bagaimanakah karakteristik ketiga iklan
elektronik tersebut? Ayo baca satu per satu uraian singkat berikut.
1.Iklan Radio
Radio merupakan
media auditif yang bersifat atraktif. Artinya radio adalah media yang
mengandalkan pendengaran untuk menyapa pendengarnya. Oleh karena itu, pemaparan
iklan melalui media radio memiliki karakteristik atau ciri khas. Iklan di radio
hanya dapat didengarkan melalui audio atau suara. Suara yang diperdengarkan
dapat berupa voice (suara/kata-kata manusia yang teratur), musik
(perpaduan bunyi-bunyian yang teratur dengan ritme tertentu dan harmonis), dan
efek suara (suara-suara yang tidak beraturan maupun efek suara alam).
2.Iklan
Televisi
Iklan televisi adalah iklan yang
disiarkan melalui televisi. Iklan televisi sangat menarik karena merupakan
kombinasi dari suara, gambar, dan gerak. Iklan televisi memiliki karakteristik,
yaitu dapat dilihat dan didengar. Oleh karena itu, iklan yang disampaikan
melalui televisi sangat menarik perhatian dan mengesankan.
3.Iklan
Internet
Iklan internet adalah iklan yang
ditampilkan melalui jaringan internet. Bentuknya beragam, ada iklan yang hanya
dapat didengar, ada pula yang dapat dilihat sekaligus didengar. Iklan internet
muncul sesuai perkembangan teknologi informasi. Iklan internet mampu
meningkatkan kapasitas dan kecepatan perputaran informasi. Melalui internet,
informasi dapat disampaikan secara dramatis dan interaktif.
Perhatikan tiga paparan iklan melalui media radio, televisi, dan
internet berikut.
1.Paparan
Iklan Melalui Radio
Untuk menayangkan iklan melalui
radio perlu dibuat naskah terlebih dahulu. Naskah iklan radio sesuai konsep
dari produk yang akan diiklankan. Naskah iklan radio dibuat dengan
mempertimbangkan skenario iklan, baik dialog, monolog, musik, maupun efek
suara. Musik dan efek suara dalam naskah iklan radio diperlukan untuk
menciptakan suasana yang mendukung skenario. Amati paparan iklan radio melalui
naskah berikut.
Apa isi iklan radio yang dapat
kamu amati dari naskah di atas? Berdasarkan naskah iklan radio, dapat disimpulkan
bahwa iklan radio yang akan dipaparkan berisi ajakan untuk menggunakan Segar
Wangi, pengharum ruangan yang bisa menghilangkan bau tidak sedap dan mengusir
lalat dalam sekejap.
2.Paparan
Iklan Melalui Televisi
Pembuatan iklan televisi diawali dengan
membuat rancangan. Rancangan dalam bentuk skrip dan papan cerita (sketsa gambar
yang disusun berurutan sesuai naskah). Setelah disetujui oleh pengiklan barulah
rancangan iklan itu dibuat di rumah produksi. Berikut contoh paparan iklan
melalui televisi.
Berdasarkan gambar iklan melalui
televisi di atas kamu dapat mengetahui isi iklan yang akan dipaparkan melalui
televisi. Isi iklan tersebut yaitu cara mudah membuat mulut segar. Hanya dengan
permen karet “Planet Segar”, mulutmu akan terasa segar, sesegar habis menggosok
gigi.
3.Paparan
Iklan Melalui Internet
Itulah salah satu contoh iklan
yang dipaparkan melalui internet. Iklan di atas merupakan iklan internet jenis banner.
Iklan internet jenis banner yaitu iklan pada papan iklan mini yang tersebar
pada sebuah halaman web. Isi iklan internet tersebut adalah menawarkan produk
makanan. Produk makanan yang ditawarkan adalah mi instan dengan merk Yumi Mie.
Mi instan ini dapat dinikmati saat sibuk ataupun santai, baik sendiri maupun bersama
teman-teman. Yumi Mie merupakan makanan cepat saji yang enak jika dinikmati
saat masih hangat. Suasana pun akan semakin hangat dengan ditemani Yumi Mie.
Iklan
adalah pemberitahuan mengenai suatu barang atau jasa kepada masyarakat umum. Pemberitahuan
dilakukan supaya orang tertarik untuk membeli dan menggunakan barang atau jasa
yang ditawarkan. Iklan dapat disampaikan melalui media cetak, audio, dan
elektronik.
Berdasarkan
tujuannya, iklan dibedakan menjadi:
a.Iklan Komersial,
bertujuan untuk memperoleh keuntungan ekonomi, terutama meningkatkan penjualan.
Contoh: iklan berbagai makanan, minuman, dan mainan.
b.Iklan Nonkomersial,
digunakan untuk menginformasikan atau mendidik masyarakat. Tujuan akhirnya
untuk mencari keuntungan sosial, dapat berupa tambahan ilmu, kesadaran
masyarakat terhadap sesuatu yang diiklankan. Contohnya adalah iklan layanan
masyarakat, seperti iklan hemat energi dan pencegahan penyakit demam berdarah.
Iklan
memiliki unsur-unsur berikut.
1.
Nama produk.
2.
Gambar yang menarik.
3.
Kalimat iklan.
4.
Keunggulan produk.
5.
Harga produk.
6.
Nomor telepon.
7.
Alamat pengiklan.
Agar
dapat menarik perhatian khalayak, iklan dalam media cetak memiliki ciri-ciri
bahasa sebagai berikut:
1.
Menggunakan bahasa yang singkat, padat, dan jelas.
2.
Menggunakan bahasa yang memikat dan memiliki daya sugesti.
3.
Menggunakan kata konotasi positif.
4.
Isinya bersifat objektif, jujur, singkat, jelas, dan menarik.
Tangga nada adalah urutan nada yang disusun secara berjenjang,
misalnya: 1 2 3 4 5 6 7 1
Dalam seni musik, tangga nada dibagi menjadi dua yaitu tangga nada
diatonis dan tangga nada pentatonis.
TANGGA NADA PENTATONIS
Tangga nada pentatonis adalah jenis tangga nada terdiri atas lima
nada. Berdasarkan nadanya, ada tangga nada yang menggunakan pelog dan slendro. Urutan tangga nada pelog yaitu 1-3-4-5-7. Urutan tangga
nada slendro yaitu 1-2-3-5-6.
Contoh lagu yang menggunakan tangga nada pentatonis:
TANGGA NADA DIATONIS
Tangga nada diatonis adalah tangga nada yang terdiri atas tujuh
nada.
Tangga nada diatonis terdiri atas:
a.Tangga nada diatonis mayor
Tangga nada diatonis mayor adalah
tangga nada yang susunan nadanya berjarak 1 – 1 - 1/2 - 1 - 1 - 1 - 1/2. Contoh
tangga nada mayor:
b.Tangga
nada diatonis minor
Tangga nada minor adalah tangga
nada diatonis yang susunan nadanya 1 - 1/2- 1 - 1 - 1/2- 1 - 1. Tangga nada
minor dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu minor asli, minor harmonis, dan minor
melodis.
1.Tangga
nada minor asli masih merupakan nada-nada pokok, belum mendapat nada sisipan.
Berikut contoh tangga nada minor asli.
2.Tangga
nada minor harmonis adalah tangga nada dengan nada ketujuh dinaikkan setengah
laras. Pada saat turun jaraknya tetap sama. Berikut contoh tangga nada minor
harmonis.
3.Tangga
nada minor melodis adalah tangga nada minor asli dengan nada ke-6 dan ke-7
dinaikkan setengah laras. Pada saat turun nada ke-6 dan ke-7 diturunkan
setengah laras.
Tangga nada mayor dan minor akan terdengar perbedaannya jika dimainkan
dengan alat musik. Lagu dengan tanda mayor jika dimainkan akan terdengar ceria.
Berbeda dengan lagu dengan tangga nada minor, lagu dengan tangga nada minor
jika dimainkan akan terdengar sedih.
Walaupun demikian, lagu minor yang syairnya lucu dengan tempo
cepat, akan terkesan gembira. Kecepatan sangat memengaruhi kesan.
Contoh lagu yang menggunakan tangga nada mayor adalah lagu yang
berjudul “Air”. Adapun lagu yang menggunakan tangga nada minor, contohnya lagu
“Gugur Bunga” ciptaan Ismail Marzuki