Hello teman-teman...
Yukk jawab pertanyaan berikut ini:
Penjual dan Pembeli es buah
Rombongan tak hingga banyaknya pembeli menghampiri penjual es buah untuk memesan es buah.
Pembeli pertama memesan satu gelas es buah, pembeli kedua memesan setengah gelas, pembeli ketiga memesan seperempat gelas, dan demikian seterusnya...
Berapa gelas yang harus disiapkan penjual es buah?
Rabu, 31 Desember 2014
Selasa, 30 Desember 2014
Alpukat
Pohon buah
dari Amerika Tengah, tumbuh liar di hutan-hutan, banyak juga ditanam di kebun
dan di pekarangan yang lapisan tananhnya gembur dan subur serta tidak tergenang
air. Walau dapat berbuah di dataran rendah, tapi hasil akan memuaskan bila
ditanam pada ketinggian 200-1.000 m di atas permukaan laut (dpl), pada daerah
tropik dari subtropik yang banyak curah hujannya. Pohon kecil, tinggi 3-10 m,
berakar tunggang, batang berkayu, bulat, warnanya coklat kotor, banyak
bercabang, ranting berambut halus. Daun tunggal, bertangkai yang panjangnya
1,5-5 cm, kotor, letaknya berdesakan di ujung ranting, bentuknya jorong sampai
bundar telur memanjang, tebal seperti kulit, ujung dan pangkal runcing, tepi
rata kadang-kadang agak rmenggulung ke atas, bertulang rnenyirip, panjang 10-20
cm, lebar 3-10 cm, daun muda warnanya kemerahan dan berambut rapat, daun tua
warnanya hijau dan gundul. Bunganya bunga majemuk, berkelamin dua, tersusun
dalam malai yang keluar dekat ujung ranting, warnanya kuning kehijauan. Buahnya
buah buni, bentuk bola atau bulat telur, panjang 5-20 cm, warnanya hijau atau
hijau kekuningan, berbintik-bintik ungu atau ungu sarna sekali berbiji satu,
daging buah jika sudah masak lunak, warnanya hijau, kekuningan. Biji bulat
seperti bola, diameter 2,5-5 cm, keping biji putih kemerahan. Buah alpokat yang
masak daging buahnya lunak, berlemak, biasanya dimakan sebagai es campur atau
dibuat juice. minyaknya digunakan antara lain untuk keperluan kosmetik.
Perbanyakan dengan biji, cara okulasi dan cara enten.
Penyakit Yang
Dapat Diobati:
Sariawan, melembabkan kulit kuring, kencing batu, sakit kepala; Darah tinggi (Hipertensi), nyeri saraf (neuralgia), nyeri lambung,; Saluran napas membengkak (bronchial swellings), sakit gigi,; Kencing manis (diabetes melitus), menstruasi tidak teratur.
Sariawan, melembabkan kulit kuring, kencing batu, sakit kepala; Darah tinggi (Hipertensi), nyeri saraf (neuralgia), nyeri lambung,; Saluran napas membengkak (bronchial swellings), sakit gigi,; Kencing manis (diabetes melitus), menstruasi tidak teratur.
Pemanfaatan :
Bagian yang dipakai: Daging buah, daun, biji.
Kegunaan:
Daging buah:
- Sariawan.
- Melembabkan kulit kering.
Daun:
- Kencing batu.
- Darah tinggi, sakit kepala.
- Nyeri syaraf.
- Nyeri lambung.
- Saluran napas membengkak (bronchial swellings).
- Menstruasi tidak teratur.
Biji:
- Sakit gigi.
- Kencing manis.
Pemakaian:
Untuk minum: 3-6 lembar daun.
Pemakaian Luar: Daging buah
secukupnya dilumatkan, dipakai untuk masker. Daun untuk pemakaian setempat,
biji digiling halus menjadi serbuk untuk menghilangkan sakit.
Cara Pemakaian:
1. Sariawan:
Sebuah isi alpokat yang sudah masak diberi 2 sendok makan madu murni,
diaduk merata lalu dimakan. Lakukan setiap hari sampai sembuh.
2. Kencing batu:
4 lembar daun alpokat, 3 buah rimpang teki, 5 tangkai daun randu, setengah
biji pinang, 1 buah pala, 3 jari gula enau, dicuci lalu direbus dengan 3 gelas
air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum.
Sehari 3 x 3/4 gelas.
3. Darah tinggi :
3 lembar daun alpokat dicuci bersih lalu diseduh dengan 1 gelas air panas.
Setelah dingin diminum sekaligus.
4. Kulit muka kering:
Buah diambil isinya lalu dilumatkan sampai seperti bubur. Dipakai untuk
masker, dengan cara memoles muka yang kering. Muka dibasuh dengan air setelah
lapisan masker alpokat tersebut mengering.
5. Sakit gigi berlubang:
Lubang pada gigi dimasukkan bubuk biji alpokat.
6. Bengkak karena Peradangan:
Bubuk dari biji secukupnya ditambah sedikit air sampai menjadi adonan
seperti bubur, balurkan kebagian tubuh yang sakit.
7. Kencing manis:
Biji dipanggang di atas api lalu dipotong kecil-kecil dengan golok, kemudian
digodok dengan air bersih sampai airnya menjadi coklat. Saring, minum setelah
dingin.
8. Teh dan alpokat baik untuk menghilangkan rasa sakit kepala, nyeri lambung,
bengkak pada saluran napas, rasa nyeri syaraf (Neuralgia) dan datang haid tidak
teratur.
Sumber: www.iptek.net.id
Senin, 29 Desember 2014
Bangkit dari Kegagalan
Siapa yang tak pernah gagal? Semua
orang tentunya pernah mengalami kegagalan. Kegagalan merupakan hal biasa yang
sering kita alami. Kegagalan bisa terjadi pada siapa saja, dimana saja, dan
kapan saja tanpa diminta. Maka dari itu, kita harus siap menerimanya jika
kegagalan itu datang kepada kita. Mungkin banyak orang yang menganggap
kegagalan adalah sesuatu yang buruk. Namun, apabila kita renungkan kegagalan
tidak selamanya menjadi malapetaka bagi kita. Bisa jadi, dengan kegagalan Tuhan
mengingatkan kita bahwa kapasitas kita belum cukup untuk menerima kesuksesan.
Mungkin saat ini kegagalan sedang berjalan mendekat ke arah kita. Tak perlu
takut dan khawatir, cukup siapkan mental, karena saat kegagalan sedang di pihak
kita Allah sedang menguji kita lewat kegagalan tersebut. Mungkin saja setelah
kegagalan itu akan ada keberhasilan-keberhasilan yang menghampiri kita.
Kegagalan memang sering kali membuat
kita merasa tidak berarti dan kehilangan semangat untuk menjalani hidup.
Kegagalan juga bisa membuat kita terpuruk ataupun down. Terkadang kita yang pernah mengalami kegagalan memiliki
perasaan takut untuk kembali mengalaminya lagi. Sebenarnya kita tak perlu
merasa takut, karena kegagalan bukan berarti kehidupan akan berakhir. Jika tak
ada kegagalan maka tak akan ada yang namanya kesuksesan. Orang sukses bukan
berarti mereka tak pernah gagal. Tetapi mereka dapat bangkit dari kegagalan dan
memulai kembali membangun suatu kesuksesan diri. Kesuksesan itu tidak bisa instan,
memerlukan percobaan berkali-kali, perjalanan waktu yang panjang, dan
perjuangan untuk mencapainya. Maka, untuk sukses kita perlu kesabaran.
Misal kegagalan dan kesuksesan kita
umpamakan seperti orang yang baru pertama kali naik sepeda. Saat itu tentu ia
tidak langsung bisa naik sepeda dengan lancar. Pasti ia akan terjatuh
berkali-kali bahkan sampai kaki atau tangannya terluka. Ia tidak akan menyerah
hanya karena terluka. Begitu luka itu sembuh, ia akan mencoba lagi hingga
akhirnya bisa naik sepeda. Bahkan ia akan lebih pandai bersepeda karena sudah
mengetahui penyebab jatuh. Maka dapat dikatakan jika seseorang sudah jatuh
kemudian ia mengeluh dan berhenti berarti ia menyerah. Orang seperti ini yang
dinamakan gagal. Kegagalan itu datang ketika kita berhenti mencoba. Namun
apabila kita ingin mencapai kesuksesan maka jangan pernah menyerah dan terus
mencoba.
Kegagalan juga sering terjadi pada
orang yang sempit wawasannya. Sebagai contoh, ada seseorang yang mengatakan ia
telah gagal masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), meskipun ia telah mencoba
berkali-kali. Ia berfikir bahwa tidak ada lagi kesempatan untuknya. Ia memang
gagal masuk PTN, tetapi hidup dia belum gagal. Masih banyak peluang untuk
meraih kesuksesan meskipun statusnya bukan dari PTN. Banyak orang yang sukses
meskipun ia lulusan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Sekolah Menengah Atas (SMA),
Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Dasar (SD), bahkan tidak
sekolah sekalipun. Jadi, kita
jangan mempersempit
kesuksesan hanya
dengan beranggapan
bahwa masuk PTN akan
menjamin kesuksesan. Kita harus tetap
mencoba, bersabar, belajar, dan memperluas wawasan kita.
Kegagalan dan kesuksesan bagaikan dua
sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan. Semua orang ingin sukses, namun tidak
semua orang berani membayar harganya dengan kegagalan. Kita semua pernah gagal
dalam hidup ini. Tinggal bagaimana kita menghadapi kegagalan itu. Apakah akan
menyerah begitu saja, atau akan menikmati kegagalan dengan segera bangkit dan
memulai kembali langkah kita hingga kesuksesan itu datang.
Minggu, 28 Desember 2014
Fakta Unik Tentang Anak Kembar
Tahukah Anda?
Fakta Unik Tentang Anak Kembar
Berikut ini fakta unik
tentang anak kembar versi ‘kita’:
1. Sebagian besar lahir prematur
Sebagian besar anak
kembar lahir prematur. Biasanya anak kembar akan lahir sebelum usia kehamilan
40 minggu atau 9 bulan. Faktanya, kita lahir ketika kehamilan 28 minggu atau 7
bulan dan adik sepupuku juga lahir ketika kehamilan 32 minggu atau 8 bulan.
2. Menurut orang jawa anak
yang lahir lebih dulu adalah adik
Pernyataan itu hanyalah
mitos. Menurut dunia kedokteran, yang lahir lebih dulu adalah kakak, baru
kemudian adiknya. Karena kelahiran bayi kan didasarkan pada tanggal dan waktu
pada saat bayi tersebut keluar dari rahim ibunya, bukan berdasarkan lamanya
bayi tersebut di dalam rahim.
3. Mempunyai ikatan batin
/ telepati / insting yang kuat
Anak kembar seolah-olah
memiliki telepati karena memiliki gen yang sama sehingga memiliki pengaturan
watak yang hampir sama dalam hal perasaan, pemikiran, dan tindakan. Misalnya saja
ketika anak kembar sedang berbicara, sering kali apa yang akan diucapkan sama,
bahkan mengucapnya bersamaan. Atau ketika sedang memikirkan sesuatu dan sesuatu
yang dipikirkan itu sama. Soalnya kita sering gitu sih, hehe. Selain itu juga
ketika kakaknya sedang sedih, adiknya kadang juga bisa merasakan apa yang
dirasakan oleh kakaknya.
4. Mempunyai bahasa tubuh
sendiri yang tidak dimengerti orang lain
Anak kembar
mengembangkan bahasa sendiri yang tidak dimengerti oleh orang lain. Kemampuan ini
timbul karena kedekatan emosional mereka sudah dimulai sejak berada di dalam
rahim yang sama, begitu lahir dan tumbuh pun selalu bersama. Bila mereka
berbicara, yang terdengar semacam bahasa asing tanpa makna. Anak kembar mampu
membaca berbagai tanda komunikasi nonverbal seperti ekspresi wajah, kontak
mata, sentuhan, dll yang menunjukkan apa yang dirasakan, yang dipikirkan, dan
yang diinginkan kembarannya.
5. Jika salah satu anak
kembar sakit, saudara kembarnya juga ikut sakit
Meskipun itu hanya
sebuah mitos, dan tidak selamanya begitu, tetapi ada benarnya juga lohh. Hal itu
mungkin terjadi karena mereka mempunyai telepati. Selain itu bisa juga karena
mereka selalu bersama / tinggal satu rumah dan saling berinteraksi sehingga bisa
saling menularkan. Apalagi penyakit yang memang mudah menular seperti batuk,
pilek, dll.
Langganan:
Postingan (Atom)


