Minggu, 10 Mei 2020

Tema 9 Subtema 1 (Bahasa Indonesia)


IKLAN

Iklan adalah pemberitahuan mengenai suatu barang atau jasa kepada masyarakat umum. Pemberitahuan dilakukan supaya orang tertarik untuk membeli dan menggunakan barang atau jasa yang ditawarkan. Iklan dapat disampaikan melalui media cetak, audio, dan elektronik.

Berdasarkan tujuannya, iklan dibedakan menjadi:
a.  Iklan Komersial, bertujuan untuk memperoleh keuntungan ekonomi, terutama meningkatkan penjualan. Contoh: iklan berbagai makanan, minuman, dan mainan.
b.  Iklan Nonkomersial, digunakan untuk menginformasikan atau mendidik masyarakat. Tujuan akhirnya untuk mencari keuntungan sosial, dapat berupa tambahan ilmu, kesadaran masyarakat terhadap sesuatu yang diiklankan. Contohnya adalah iklan layanan masyarakat, seperti iklan hemat energi dan pencegahan penyakit demam berdarah.

Iklan memiliki unsur-unsur berikut.
1. Nama produk.
2. Gambar yang menarik.
3. Kalimat iklan.
4. Keunggulan produk.
5. Harga produk.
6. Nomor telepon.
7. Alamat pengiklan.

Agar dapat menarik perhatian khalayak, iklan dalam media cetak memiliki ciri-ciri bahasa sebagai berikut:
1. Menggunakan bahasa yang singkat, padat, dan jelas.
2. Menggunakan bahasa yang memikat dan memiliki daya sugesti.
3. Menggunakan kata konotasi positif.
4. Isinya bersifat objektif, jujur, singkat, jelas, dan menarik.

Contoh iklan komersial

Contoh iklan nonkomersial



Untuk LATIHAN SOAL klik link berikut:
https://forms.gle/9nZVYWaTVzGcokc28

Kamis, 07 Mei 2020

Tema 9 Subtema 1 (SBdP) Kelas 5


TANGGA NADA

Tangga nada adalah urutan nada yang disusun secara berjenjang, misalnya: 1 2 3 4 5 6 7 1
Dalam seni musik, tangga nada dibagi menjadi dua yaitu tangga nada diatonis dan tangga nada pentatonis.

TANGGA NADA PENTATONIS
Tangga nada pentatonis adalah jenis tangga nada terdiri atas lima nada. Berdasarkan nadanya, ada tangga nada yang menggunakan pelog dan slendro. Urutan tangga nada pelog yaitu 1-3-4-5-7. Urutan tangga nada slendro yaitu 1-2-3-5-6.

Contoh lagu yang menggunakan tangga nada pentatonis:


TANGGA NADA DIATONIS
Tangga nada diatonis adalah tangga nada yang terdiri atas tujuh nada.
Tangga nada diatonis terdiri atas:

a.     Tangga nada diatonis mayor
Tangga nada diatonis mayor adalah tangga nada yang susunan nadanya berjarak 1 – 1 - 1/2 - 1 - 1 - 1 - 1/2. Contoh tangga nada mayor:

b.     Tangga nada diatonis minor
Tangga nada minor adalah tangga nada diatonis yang susunan nadanya 1 - 1/2- 1 - 1 - 1/2- 1 - 1. Tangga nada minor dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu minor asli, minor harmonis, dan minor melodis.
1.      Tangga nada minor asli masih merupakan nada-nada pokok, belum mendapat nada sisipan. Berikut contoh tangga nada minor asli.

2.      Tangga nada minor harmonis adalah tangga nada dengan nada ketujuh dinaikkan setengah laras. Pada saat turun jaraknya tetap sama. Berikut contoh tangga nada minor harmonis.

3.      Tangga nada minor melodis adalah tangga nada minor asli dengan nada ke-6 dan ke-7 dinaikkan setengah laras. Pada saat turun nada ke-6 dan ke-7 diturunkan setengah laras.


Tangga nada mayor dan minor akan terdengar perbedaannya jika dimainkan dengan alat musik. Lagu dengan tanda mayor jika dimainkan akan terdengar ceria. Berbeda dengan lagu dengan tangga nada minor, lagu dengan tangga nada minor jika dimainkan akan terdengar sedih.
Walaupun demikian, lagu minor yang syairnya lucu dengan tempo cepat, akan terkesan gembira. Kecepatan sangat memengaruhi kesan.

Contoh lagu yang menggunakan tangga nada mayor adalah lagu yang berjudul “Air”. Adapun lagu yang menggunakan tangga nada minor, contohnya lagu “Gugur Bunga” ciptaan Ismail Marzuki





Senin, 04 Mei 2020

Tema 9 Subtema 1 (IPA) Kelas 5

BENDA TUNGGAL DAN CAMPURAN

Semua benda yang ada di sekitar kita termasuk materi. Materi adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa.

Berdasarkan wujudnya, materi dibedakan menjadi:

1. Padat, contoh: gelas, kaca, pensil, kayu, batu, meja, botol, dll
2.  Cair, contoh: air, bensin, sirup, kecap, minyak goreng, dll
3. Gas, contoh: udara, gas bumi, asap knalpot, gas elpiji, dll

Berdasarkan komposisi penyusunnya, materi dibedakan menjadi:

A.   Zat Tunggal (zat murni)
Zat tunggal merupakan zat yang terdiri atas materi sejenis. Zat tunggal tersusun dari satu jenis zat yang tidak dapat diuraikan lagi. Contoh: air, garam, gula dan emas 24 karat.

B.   Campuran
Campuran adalah zat yang terdiri atas beberapa jenis materi atau zat tunggal.
1.    Campuran Homogen
Campuran homogen merupakan campuran yang zat penyusunnya tercampur sempurna. Pada campuran homogen, zat penyusunnya tidak dapat dibedakan.
Ciri-ciri campuran homogen:
-     Mempunyai warna yang sama rata.
-     Pemisahan campuran tidak bisa dilakukan dengan proses mekanis, namun bisa dilakukan dengan proses yang lebih sulit.
-     Mempunyai partikel yang tidak bisa dibedakan antara masing-masing zat penyusunnya.
-     Mempunyai persamaan rasa.
-     Zat-zat yang tercampur mempunyai perbandingan yang sama.
Contoh: air garam, sirup, parfum, udara, perunggu, kuningan.

2.    Campuran Heterogen
Campuran heterogen merupakan campuran yang zat penyusunnya tidak tercampur sempurna. Pada campuran heterogen, zat penyusunnya masih dapat dibedakan.
Ciri-ciri campuran heterogen:
-          Mempunyai warna yang tidak sama sehingga tidak bisa didegradasi.
-          Pemisahan campuran bisa dilakukan dengan proses penyaringan biasa dan tidak sulit.
-          Mempunyai partikel yang bisa dibedakan antara masing-masing zat penyusunnya.
-          Mempunyai rasa yang cenderung tidak sama.
-          Zat-zat yang tercampur mempunyai perbandingan yang tidak sama.
-          Mempunyai tingkat konsentrasi yang tidak sama.
-          Bisa berupa zat padat, gas atau cairan.
Contoh: campuran air dengan kopi, air dengan tepung, dan air dengan pasir.



Untuk LATIHAN SOAL, silahkan klik link berikut: