Apa yang Harus Aku Lakukan?
Ini adalah pertanyaan, puncak
cita-cita, dan pendorong bagi seseorang untuk menggapai rahmat Allah Yang
Mahabesar lagi Mahatinggi. Untuk menjadi orang yang bertakwa, terlebih dahulu
Anda harus memenuhi hal-hal berikut ini:
Anda harus cinta kepada Allah. Siapa yang cinta kepada
Allah, maka dia harus taat dan mengikuti perintah, pengorbanan, tunduk, dan
rindu untuk melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi
larangan-larangan-Nya. Kemudian mengutamakan apa yang dicintai Allah daripada
yang dicintai dirinya sendiri. Setelah itu, selalu mengingat-Nya. Jangan sampai
lisan Anda bosan dengan dzikir kepada Allah. Pecinta merasa cukup dengan
sesuatu yang dicintai dan tidak butuh orang lain. Maka dia akan melakukan
segala sesuatu demi keridhaan-Nya. Sebab dia merasa nyaman dengan-Nya. Yang
Maha Pengasih akan mengasihi kita, mendekati kita, tapi terkadang kita malah
menjauh dari-Nya.
Pertama-tama katakan al-hamdulillah. Sungguh Allah tidak
mewajibkan ibadah kepada Anda kecuali sedikit. Ini adalah rahmat yang besar
kepada hamba. Dia mewajibkan kepada Anda shalat lima waktu saja dalam sehari dan
semalam. Jika shalat Anda yang lima waktu tersebut dikumpulkan, maka mungkin
Anda hanya melakukannya kira-kira satu jam atau kurang dari itu per hari. Allah
membiarkan Anda selama 23 jam untuk Anda habiskan dalam kerja, makan, minum, bercanda
dengan keluarga, dan kepentingan-kepentingan yang lain.
Bayangkan jika anda adalah orang mati yang diberi anugerah
oleh Allah dengan hidup lagi, maka Anda pasti akan memuji Allah berulang kali
dan terus menerus. Sekarang ini Anda hidup dan diberi rezeki, tapi mengapa Anda
tidak berbekal dengan kebaikan?
Masalah pengharapan seorang hamba ini bisa menjadi serius. Dia
akan mendapat siksa hanya karena dia mengiba minta diberatkan aml baiknya.
Siapa yang memudahkan orang yang kesulitan, maka Allah akan
memudahkannya di dunia dan akhirat. maka akuilah dosa Anda sebelum Anda memohon
ampun kepada Anda. Perbanyaklah doa yang diberkahi dan sering dibaca Rasulullah
saw, semoga menjadi bagian dari keberuntungan Anda.
Anda harus selalu tekun, sabar dalam ketaatan. Di dalam
ketaatan ada dua hal; Pertama,
pekerjaan (tugas dan perintah) yang dibebankan kepada manusia. Dia harus
mewajibkan dirinya untuk melakukan semua itu. Kedua, menaati sesuatu yang berat untuk diri sendiri. Seperti
ketaatan untuk meninggalkan kemaksiatan. Keduanya sangat berat untuk
dilaksanakan. Oleh karena itu kesabaran dalam ketaatan adalah lebih utama
daripada kesabaran dalam maksiat.
Ada banyak sebab yang bisa melahirkan rasa cinta kepada
Allah. Di antaranya, tidak meremehkan nikmat yang telah Allah anugerahkan
kepada Anda. Jika Anda selalu mengatakan, "Alhamdulillah", dengan
begitu, Anda akan menjadi lebih utama daripada orang lain dan kondisi anda akan
lebih baik daripada orang lain. Lihatlah mereka, ambilah pelajaran dari
mereka! Kadang-kadang terhalangnya Anda dari nikmat adalah jauh lebih baik bagi
Anda, meskipun Anda sendiri tidak menyadarinya. Jika suatu ketika Anda merasa
kehilangan nikmat, maka ingatlah berapa nikmat yang telah Allah berikan kepada
Anda? Tentu tak terhingga dan tak terhitung. Maka, janganlah sekali-kali
meremehkan nikmat Allah.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,
lihatlah orang yang ada di bawahmu. Janganlah melihat orang yang ada di atasmu.
Ini lebih pantas agar kamu tidak meremehkan nikmat-nikmat Allah.
Anda tidak akan hidup bahagia kecuali jika dalam hal agama
Anda melihat orang yang di atas Anda, supaya Anda mampu menandinginya, kemudian
Anda pun berbahagia.. Adapun dalam masalah dunia, maka lihatlah orang
yang dibawah anda supaya anda bersyukur dan memuji Allah atas nikmat yang telah
diberikan kepada Anda.
Termasuk langkah-langkah supaya menjadi orang yang bertakwa
adalah membaca Al-Qur'an, merenungkannya dan mendekatkan diri kepada Allah
dengan ibadah-ibadah sunnah setelah ibadah fardhu. Juga senantiasa berdzikir
kepada Allah, ikut dalam majelis orang-orang saleh, konsisten dengan ketaatan,
menyucikan diri, taubat, adil dalan segala hal, beramal saleh, menjauhi nafsu,
mengetahui tipu daya setan, dan waspada dari gangguan dan godaan setan.
Anda
harus malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu, mengetahui bagaimana Anda
mengalahkan hawa nafsu, dan menaati Allah. Anda juga harus menjauhi dosa-dosa.
"Maka bertakwalah kamu kepada
Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan infakkanlah harta
yang baik untuk dirimu (at-Taghabun 64:16)"
Makasih untuk infonya, semoga bermanfaat untuk kita semua :)
BalasHapusiya sama2, amin :)
Hapuswow super sekali :D
BalasHapushehee :)
HapusMakasih mbak mitha atas atrikel agama ny..
BalasHapussama2 mbk fanny, semoga bermanfaat :)
HapusSubhanallah,,,,
BalasHapuspostingan yang bermanfaat, terimakasih ;)
BalasHapussama-sama :)
HapusDengan tulisan mbak mita ini saya menjadi teringat dan teringat lagi untuk lebih baik lagi. terimakasih :)
BalasHapussama-sama mbk yashinta :)
Hapus