Siapa yang tak pernah gagal? Semua
orang tentunya pernah mengalami kegagalan. Kegagalan merupakan hal biasa yang
sering kita alami. Kegagalan bisa terjadi pada siapa saja, dimana saja, dan
kapan saja tanpa diminta. Maka dari itu, kita harus siap menerimanya jika
kegagalan itu datang kepada kita. Mungkin banyak orang yang menganggap
kegagalan adalah sesuatu yang buruk. Namun, apabila kita renungkan kegagalan
tidak selamanya menjadi malapetaka bagi kita. Bisa jadi, dengan kegagalan Tuhan
mengingatkan kita bahwa kapasitas kita belum cukup untuk menerima kesuksesan.
Mungkin saat ini kegagalan sedang berjalan mendekat ke arah kita. Tak perlu
takut dan khawatir, cukup siapkan mental, karena saat kegagalan sedang di pihak
kita Allah sedang menguji kita lewat kegagalan tersebut. Mungkin saja setelah
kegagalan itu akan ada keberhasilan-keberhasilan yang menghampiri kita.
Kegagalan memang sering kali membuat
kita merasa tidak berarti dan kehilangan semangat untuk menjalani hidup.
Kegagalan juga bisa membuat kita terpuruk ataupun down. Terkadang kita yang pernah mengalami kegagalan memiliki
perasaan takut untuk kembali mengalaminya lagi. Sebenarnya kita tak perlu
merasa takut, karena kegagalan bukan berarti kehidupan akan berakhir. Jika tak
ada kegagalan maka tak akan ada yang namanya kesuksesan. Orang sukses bukan
berarti mereka tak pernah gagal. Tetapi mereka dapat bangkit dari kegagalan dan
memulai kembali membangun suatu kesuksesan diri. Kesuksesan itu tidak bisa instan,
memerlukan percobaan berkali-kali, perjalanan waktu yang panjang, dan
perjuangan untuk mencapainya. Maka, untuk sukses kita perlu kesabaran.
Misal kegagalan dan kesuksesan kita
umpamakan seperti orang yang baru pertama kali naik sepeda. Saat itu tentu ia
tidak langsung bisa naik sepeda dengan lancar. Pasti ia akan terjatuh
berkali-kali bahkan sampai kaki atau tangannya terluka. Ia tidak akan menyerah
hanya karena terluka. Begitu luka itu sembuh, ia akan mencoba lagi hingga
akhirnya bisa naik sepeda. Bahkan ia akan lebih pandai bersepeda karena sudah
mengetahui penyebab jatuh. Maka dapat dikatakan jika seseorang sudah jatuh
kemudian ia mengeluh dan berhenti berarti ia menyerah. Orang seperti ini yang
dinamakan gagal. Kegagalan itu datang ketika kita berhenti mencoba. Namun
apabila kita ingin mencapai kesuksesan maka jangan pernah menyerah dan terus
mencoba.
Kegagalan juga sering terjadi pada
orang yang sempit wawasannya. Sebagai contoh, ada seseorang yang mengatakan ia
telah gagal masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), meskipun ia telah mencoba
berkali-kali. Ia berfikir bahwa tidak ada lagi kesempatan untuknya. Ia memang
gagal masuk PTN, tetapi hidup dia belum gagal. Masih banyak peluang untuk
meraih kesuksesan meskipun statusnya bukan dari PTN. Banyak orang yang sukses
meskipun ia lulusan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Sekolah Menengah Atas (SMA),
Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Dasar (SD), bahkan tidak
sekolah sekalipun. Jadi, kita
jangan mempersempit
kesuksesan hanya
dengan beranggapan
bahwa masuk PTN akan
menjamin kesuksesan. Kita harus tetap
mencoba, bersabar, belajar, dan memperluas wawasan kita.
Kegagalan dan kesuksesan bagaikan dua
sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan. Semua orang ingin sukses, namun tidak
semua orang berani membayar harganya dengan kegagalan. Kita semua pernah gagal
dalam hidup ini. Tinggal bagaimana kita menghadapi kegagalan itu. Apakah akan
menyerah begitu saja, atau akan menikmati kegagalan dengan segera bangkit dan
memulai kembali langkah kita hingga kesuksesan itu datang.

kayaknya pernah baca bacaannya???? hehehe bercanda. cerita yang inspiratif ya...
BalasHapussemoga tulisan ini dapat memotivasi banyak kalangan :)
BalasHapusBerkesan sekali mbak
BalasHapusmenginspirasi :)
BalasHapusnever give up lah gaess :)
BalasHapusmenyentuh bener mbak :)
BalasHapus