Senin, 29 Desember 2014

Bangkit dari Kegagalan


Siapa yang tak pernah gagal? Semua orang tentunya pernah mengalami kegagalan. Kegagalan merupakan hal biasa yang sering kita alami. Kegagalan bisa terjadi pada siapa saja, dimana saja, dan kapan saja tanpa diminta. Maka dari itu, kita harus siap menerimanya jika kegagalan itu datang kepada kita. Mungkin banyak orang yang menganggap kegagalan adalah sesuatu yang buruk. Namun, apabila kita renungkan kegagalan tidak selamanya menjadi malapetaka bagi kita. Bisa jadi, dengan kegagalan Tuhan mengingatkan kita bahwa kapasitas kita belum cukup untuk menerima kesuksesan. Mungkin saat ini kegagalan sedang berjalan mendekat ke arah kita. Tak perlu takut dan khawatir, cukup siapkan mental, karena saat kegagalan sedang di pihak kita Allah sedang menguji kita lewat kegagalan tersebut. Mungkin saja setelah kegagalan itu akan ada keberhasilan-keberhasilan yang menghampiri kita.

Kegagalan memang sering kali membuat kita merasa tidak berarti dan kehilangan semangat untuk menjalani hidup. Kegagalan juga bisa membuat kita terpuruk ataupun down. Terkadang kita yang pernah mengalami kegagalan memiliki perasaan takut untuk kembali mengalaminya lagi. Sebenarnya kita tak perlu merasa takut, karena kegagalan bukan berarti kehidupan akan berakhir. Jika tak ada kegagalan maka tak akan ada yang namanya kesuksesan. Orang sukses bukan berarti mereka tak pernah gagal. Tetapi mereka dapat bangkit dari kegagalan dan memulai kembali membangun suatu kesuksesan diri. Kesuksesan itu tidak bisa instan, memerlukan percobaan berkali-kali, perjalanan waktu yang panjang, dan perjuangan untuk mencapainya. Maka, untuk sukses kita perlu kesabaran.

Misal kegagalan dan kesuksesan kita umpamakan seperti orang yang baru pertama kali naik sepeda. Saat itu tentu ia tidak langsung bisa naik sepeda dengan lancar. Pasti ia akan terjatuh berkali-kali bahkan sampai kaki atau tangannya terluka. Ia tidak akan menyerah hanya karena terluka. Begitu luka itu sembuh, ia akan mencoba lagi hingga akhirnya bisa naik sepeda. Bahkan ia akan lebih pandai bersepeda karena sudah mengetahui penyebab jatuh. Maka dapat dikatakan jika seseorang sudah jatuh kemudian ia mengeluh dan berhenti berarti ia menyerah. Orang seperti ini yang dinamakan gagal. Kegagalan itu datang ketika kita berhenti mencoba. Namun apabila kita ingin mencapai kesuksesan maka jangan pernah menyerah dan terus mencoba.

Kegagalan juga sering terjadi pada orang yang sempit wawasannya. Sebagai contoh, ada seseorang yang mengatakan ia telah gagal masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), meskipun ia telah mencoba berkali-kali. Ia berfikir bahwa tidak ada lagi kesempatan untuknya. Ia memang gagal masuk PTN, tetapi hidup dia belum gagal. Masih banyak peluang untuk meraih kesuksesan meskipun statusnya bukan dari PTN. Banyak orang yang sukses meskipun ia lulusan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Dasar (SD), bahkan tidak sekolah sekalipun. Jadi, kita jangan mempersempit kesuksesan hanya dengan beranggapan bahwa masuk PTN akan menjamin kesuksesan. Kita harus tetap mencoba, bersabar, belajar, dan memperluas wawasan kita.

Kegagalan dan kesuksesan bagaikan dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan. Semua orang ingin sukses, namun tidak semua orang berani membayar harganya dengan kegagalan. Kita semua pernah gagal dalam hidup ini. Tinggal bagaimana kita menghadapi kegagalan itu. Apakah akan menyerah begitu saja, atau akan menikmati kegagalan dengan segera bangkit dan memulai kembali langkah kita hingga kesuksesan itu datang.

6 komentar: